Melestarikan Hutan dengan Memanfaatkan Perkembangan Teknologi

Posted by

Oleh : Muhammad Morin Noviansyah


Keseruan Acara Forest Talk With Blogger
Tengkokbiru.com – Perkembangan teknologi di era milenial ini terlihat semakin canggih dan semakin mudah pula kita ingin mencari informasi-informasi penting di social media atau lebih dikenal dengan Dunia Maya.

Sebagai seorang blogger yang aktif di berbagai social media ,tentu menjadi kebanggan besar bagisaya dan teman-teman blogger Pontianak, karena menjadi orang terpilih yang telah diundang untuk mengikutikegiatan Forest Talk with blogger bertemakan “Menuju Pengelolaan Hutan Lestari ” yang diselenggarakan oleh Yayasan Doktor Sjharir dan Lestari Hutan pada Sabtu, 20 April 2019 di Hotel Ibis Pontianak.

Peserta Acara Forest Talk With Blogger sedang fokus mendengarkan materi yang disampaikanKegiatan  yang diadakan di Hotel Ibis ini, juga mengundang berbagai generasi muda yang intelektual dalam ilmu teknologi seperti para Jurnalis ataupun Komunitas Buda’ Blogger Pontianak yang terbilang sangat berperan aktif dengan cara menyampaikan ide-ide mereka melalui tulisan kemudian di share (dibagikan) secara luas di social media agar dapat dibaca oleh orang-orang yang sangat membutuhkan informasi penting mengenai Kelestarian Hutan.

Pemaparan Materi Tentang Pengelolaan Hutan Lestari

Anggita Hadi salah satu peserta ataupun Komunitas Buda’ Blogger PontianakBeberapa pemateri menyampaikan hal-hal penting mengenai cara pengelolaan hutan lestari dan membuka sesi Question-Answer (Q&A) kepada para peserta yang hadir. Berikut nama-nama pemateri dari Yayasan Doktor Sjahrir dan Climate Reality Indonesia :

  • Dr. Atiek Widayati (Yayasan Tropenbos Indonesia)
  • Dr. Amanda Katili Niode ( The Climate Reality Indonesia)
  • Dito Renaldi ( Desa Makur Peduli Api Kalimantan Barat)

Pada sesi pertama acara dimulai, sambutan disampaikan oleh Dr. Amanda Kaliti Niode sebagai perwakilan The Climate Reality Indonesia dan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari beliau. yang dapat saya tangkap dari ibu Amanda, ia menjelaskan tentang emisi gas kaca yang dimana sangat berdampak besar dari perubahan iklim dunia dan penggunaan bahan plastik serta kemajuan teknologi. 

Dr. Amanda Kaliti Niodie tengah menyampaikan materi pertama mengenai emisi gas kaca

Rusaknya Alam Akibat Kegiatan Manusia yang BerlebihanRusaknya lingkungan seakan sudah menjadi hal yang biasa bagi kita semua, akibat kegiatan manusia yang terlalu berlebihan, sehingga timbulah dampak buruk bagi perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan yang sering terjadi.
Pada dasarnya manusia membutuhkan sumber daya alam (SDA) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun, cara memperoleh tersebut tanpa disadari kadang menimbulkan kerusakan lingkungan hidup, antara lain berikut ini.

Kerusakan Hutan

Hutan merupakan bagian sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi suatu negara. Manfaat hutan terutama kayunya, yaitu dapat dipakai sebagai bahan bakar, bahan bangunan, bahan baku industri, dan sebagai perabot rumah tangga. Selain itu, hutan berperan sebagai penyaring udara dan penyimpan air, sebagai pelindung kesuburan tanah yang paling balk, serta sebagai tempat tinggal bagi beraneka jenis hewan. Namun demikian, karena hutan menjadi sumber utama kebutuhan manusia dan mudah didayagunakan, maka hutan telah banyak mengalami kerusakan.
Bentuk kerusakan hutan akibat kegiatan manusia antara lain berikut ini.

  • Pemanfaatan sumber daya hutan secara berlebihan. Contohnya penebangan pepohonan di hutan untuk keperluan industri, rumah tangga, dan bahan bangunan.
  • Pengalihan fungsi hutan menjadi lahan pertanian, permukiman, dan kegiatan penambangan. Pengalihan fungsi ml dilakukan dengan cara menebang dan membakar pepohonan yang ada di hutan, sehingga akibatnya terjadilah lahan kritis.

Akibat yang akan diderita karena kerusakan hutan adalah sebagai berikut :

  • Punahnya berbagai jenis hewan dan tumbuhan, sehingga menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati.
  • Terjadi perubahan iklim karena hutan tidak lagi berfungsi untuk mengatur iklim.
  • Terjadi kekeringan pada musim kemarau dan akan terjadi banjir pada musim hujan.
  • Terjadi lahan kritis di mana tanh menjadi tidak subur, sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik.

Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan adalah masuknya limbah hasil kegiatan manusia ke dalam suatu wilayah tertentu sehingga kualitas lingkungan wilayah tersebut menjadi berubah tidak sesuai lagi dengan peruntukannya. Pencemaran lingkungan dapat berupa pencemaran air, pencemaran air laut, pencemaran tanah, pencemaran udara, dan pencemaran suara.

Pencemaran Air

Pencemaran air dapat terjadi karena penggunaan zat-zat kimia yang berlebihan seperti pestisida dan insektisida. Pembuangan sampah sisa industri juga dapat mencemari air. Selain itu sampah rumah tangga yang terbuang ke saluran pembuangan, baik sampah padat maupun cair yang berlebihan akan mencemari air.

Pencemaran Air Laut

Kebocoran serta tabrakan kapal-kapal tanker di laut dapat mengakibatkan tumpahnya minyak ke dalam laut. Selain itu, kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan racun dan bahan peledak ikut merusak kehidupan alam perairan. Hal mi dapat mematikan ikan besar mapun kecil, yang berarti juga akan mengurangi produksi ikan di masa yang akan datang.

Pencemaran Tanah

Banyak sekali peristiwa yang dapat mencemari tanah, sehingga tanah tidak dapat dipergunakan untuk areal pertanian, kehutanan ataupun tempat tinggal. Pencemaran tanah terjadi karena hal-hal berikut ini.

  • Pembuangan bahan-bahan yang berbahaya, racun nuklir, dan lain-lain.
  • Pengambilan hasil tambang yang berlebihan.
  • Pengambilan air tanah yang berlebihan.
  • Pembuangan sampah anorganik yang sulit diuraikan seperti plastik, botol, dan kaleng.

Pencemaran Udara

Makin banyaknya pabrik-pabrik. Didirikan serta bertambahnya mesin dan kendaraan bermotor merupakan hasil dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara dan pabrik-pabrik, kendaraan bermotor, dan dapur rumah tetangga meyebabkan timbulnya masalah pencemaran udara, yakni adanya asap dan gas yang keluar mengotori udara.
Namun dengan adanya program-program pelestarian lingkungan ini, sebagai seorang blogger yang terlihat aktif dalam mengekspos informasi-informasi penting, kita diharapkan dapat berkontribusi dan bekerja sama untuk menyuarakan yang sudah terjadi terhadap perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Materi Kedua yang disampaikan oleh Dr. Atiek Widayati dari Tropenbos Indonesia
Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Dr. Atiek Widayati tentang ‘Pengolahan Hutan dan Lanskap yang Berkelanjutan’, pada kesempatan kali ini teman-teman dari peserta Forest Talk With Blogger diajak untuk mengetahui bagaimana semua pihak dapat berkontribusi dan bagaimana upaya mengembalikan fungsi hutan melalui lanskap berkelanjutan.
Materi yang disampaikan oleh Dr. Atiek Widayati ini, menjadi solusi besar bagi kita semua, untuk belajar bagaimana cara melestarikan hutan dan mengantisipasi kerusakan-kerusakan hutan serta dampak apa saja yang akan terjadi.

Tujuan Pendekatan Lanskap

  1. Rencana yang efektif untuk berbagai pemafaatan lahan
  2. Kesehatan ekosistem dan kehati dipertahankan
  3. Manfaat bagi masyarakat dan bisnis dipertahankan
  4. Daerah penting bagi aksi konservasi diprioritasikan
  5. Sinergi antara para pemangku kepentingan
    dikembangkan untuk mewujudkan produksi, konservasi
    atau penghidupan yang berkelanjutan
  6. Trade-offs negatif diminimalisir

Kemudian Dr. Atiek Wijayati juga menjelaskan dampak Deforestasi yang sering terjadi. mungkin sebelumnya kita belum pernah mendengar kata Deforestasi itu sendiri, sehingga bingung dari maksud tersebut? sama! saya juga bingung hahaha! akan tetapi, kebingungan saya membentuk rasa ingin tahu yang tinggi mengenai apa itu Deforestasi.
Setelah mencari tau, ternyata Deforestasi itu sendiri adalah perubahan permanen dari areal berhutan menjadi areal tidak berhutan atau tutupan lainnya sebagai akibat dari aktifitas manusia. Jadi, perusakan atau penurunan kualitas hutan tersebut akibat tutupan biomasa atau aspek lainnya.
Salah satu contoh yang dekat dengan kita ialah di daerah Kayong Utara, Kalimantan Barat. Terlihat jelas sekali warna air laut disekitaran Pulau Maya berwarna kuning kecokelatan, hal tersebut ternyata itulah yang dinamakan dengan Deforestasi.

Sedimentasi berdekatan dengan Pulau Maya Kayong Utara,Kalimantan BaratSalah satu cara atau solusi untu mengatasinya agar tidak berdampak semakin parah ialah dengan cara melibatkan beberapa pihak untuk berkolaborasi seperti Pemerintah, Civil Society Organisations dan Sektor Swasta.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan sistem pengerjaan agar lebih komprehensif dan berjalan dengan baik. Contohnya pembangunan Koridor Ekologi yang dilakukan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. 
Dimana program Tropenbos Indonesia melakukan rehabilitasi lahan/restorasi hutan, penanaman pohon untuk membentuk ‘koridor’ kolaborasi melibatkan berbagai pihak yang salah satunya adalah perusahaan kelapa sawit di wilayah tersebut.

Pak Dito Cahya Renaldi yang sedang memaparkan materi DMPA
Tak kalah menarik dari materi-materi sebelumnya, kali ini Dito Cahya Renaldi yang menyampaikan dan memperlihatkan program masyarakat desa dengan APP Sinarmas dan DMPA (Desa Makmur Peduli Api).
Program ini terbilang telah menyelesaikan tahun yang sukses dengan berkurangnya titik panas dan kebakaran di 17 desa di Kalimantan Barat dan Jambi. Pada tahun 2017, jumlah titik panas dan titik api di desa peserta Program DMPA telah menurun menjadi 13 titik panas dan 9 titik api dari 25 titik panas dan 7 titik api pada tahun 2016; dan 423 titik panas dan 271 titik api pada tahun 2015.
Pada tahun yang sama program ini diperluas dengan menambahkan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada pengembangan plot pertanian organik. Selain itu, Program ini memungkinkan penduduk desa menanam berbagai macam sayuran untuk kebutuhan pangan dan memberikan sumber pendapatan tambahan melalui penjualan pertanian ke pasar lokal di Kalimantan Barat.

Berbagai macam Produk Hasil Hutan
Kesadaran akan pentingnya sertifikasi produk hasil kehutanan di Indonesia dinilai masih minim baik oleh produsen maupun konsumen hasil hutan.
Direktur Eksekutif Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) Zulfandi Lubis menyebutkan di tengah besarnya kecurigaan pasar asing atas produk hasil hutan asal Indonesia terkait pemenuhan standar pengolahan hasil hutan yang baik, sertifikasi menjadi sangat penting.

 “Bagi kami sendiri di IFCC, sertifikasi ini tentunya sangat penting. Selain karena sifatnya voluntary, perusahaan yang mau mensertifikasi dirinya ini kan bisa kita asumsikan mereka ingin dan mau untk memperbaiki diri. Tentunya untuk memperbaiki diri dan menyesuaikan dengan benchmark sebuah perusahaan pengelolaan hutan yang baik,” ujarnya

Madu Kelulut salah satu produk favorit yang berasal dari hutanMadu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga, dan sangat banyak manfaatnya untuk tubuh kita.
Selain jenis madu manis dan pahit yang terdapat di Kabupaten Bangka Tengah juga terdapat jenis madu kelulut yang berasal dari lebah  yang sangat kecil bernama Trigona itama.
Trigona Itama adalah lebah jenis kelanceng yang mendiami pohon-pohon tinggi dan besar, madu kelulut tidak memmiliki sengat dan mampu menghasilkan madu 3 s/ d 5 liter dalam setahun,
ukuran lebah kelulut ini sangat kecil, jenis trigona itama bisa di tangkap dan dibudidayakan sebagai serangga penghasil madu yang menghasilkan aroma dan rasa yang khas. Karekteristik rasa bermacam – macam dari manis sampai asam tergantung dari sumber nektar dan umur madunya.
Madu kelulut sangat banyak manfaat bagi tubuh kita antara lain meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah dan mengobati stroke, memperlancar peredaran darah, meningkatkan hormon, memperkuat fungsi otak dan jantung dan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Madu kelulut juga lebih baik dari pada madu biasa.

 Bersama Chef Sumangun Wijaya dan peserta Forest Talk With Blogger
Setelah selesai acara, seluruh peserta kemudian langsung diarahkan ke lantai 2 Hotel Ibis Pontianak untuk menyaksikan Demo Masak  yang dipimpin langsung oleh Chef Sumangun Wijaya. Disana tersedia beberapa menu masakan bahan alami yang berasal dari Hutan Borneo (Kalimantan) yaitu Jamur dan Madu. Semua peserta dari Forest Talk With Blogger terlihat sangat fokus ketika menyaksikan Chef Sumangun Wijaya memasak berbagai menu masakan yang sudah tersedia di atas meja.
Saya pun juga ikut merayakan keseruannya dengan membuat Vlog sembari berbincang-bincang kecil dengan Chef Andalan Hotel Ibis tersebut. Salah satu hal yang membuat saya kehilangan Fokus ketika Chef Sumangun Wijaya memasak Ayam Bakar Madu dan Sayur Capcay yang paling saya sukai hehehe baper cuy !

 Penampakan Sayur Capcay dan Ayam Bakar MaduSetelah selesai dari acara Demo Masak kami pun kembali ke tempat untuk Foto bersama dengan teman-teman blogger pontianak beserta panitia dan juga pemateri yang ikut serta dalam acara Forest Talk With Blogger. 

Sesi Foto bersama peserta Forest Talk With Blogger 
Berakhirnya rangkaian acara Forest Talk With Blogger ini, semoga menjadikan salah satu pengalaman penting bagi kita agar bisa mengubah pola pikir manusia menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Profile Singkat Yayasan Doktor Sjahrir dan Climate Reality Indonesia

  • Yayasan Doktor Sjahrir adalah salah satu organisasi Nirlaba yang bergerak dibidang pendidikan,kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup serta mengutamakan diskusi cerdas dalam penyelesaian masalah .
  • Climate Reality Indonesia bagian dari The Climate Reality Projct yang berasal dari Amerika Serikat yang dimpin oleh mantan wakil presiden Al Gore, saat ini memiliki dari 300 relawan di Indonesia yang juga berfokus melakukan sosialisai perubahan iklim dan mendorong masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi.

Info lebih lengkap silahkan cek : 

  1. Twitter > (@YSjahrir) @ClimateReality)
  2. Instagram > (@yayasandoktorsjahrir)
  3. Website Lestari Hutan >  (http://lestarihutan.id/ ) dan (http://yayasandoktorsjahrir.id)

Terima kasih banyak yang sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi bagi kita semua! #Lanjutkandikamu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *