Mari Bergerak Untuk Selamatkan Bumi Yang Sekarat

Posted by

Oleh Hikmah Nisa

Assalamualaikum,

😅
😂
💔

‘Bumi ini semakin panas….’ Coba tebak lirik lagu apakah itu? Hehe. Kenyataan saat ini bahwa perubahan iklim yang dialami bumi nyata adanya. Bumi semakin panas, sangat terasa saat ini. Bahkan cuaca kini sulit diprediksi, pagi panas, siang hujan, sore panas lagi. Bulan kemarau ternyata hujan, bulan penghujan ternyata panas. Dilema emak-emak kaya saya ya cucian juga jadi tidak bisa diprediksi kering nya kapan gengs, berakibat pada setrikaan yang terus menumpuk on the way jadi gunung . Sudah diperkirakan bumi sedang sekarat .

Alhamdulillah, saya berkesempatan mengikuti acara forest talk with blogger yang diselenggarakan oleh Yayasan Doktor Sjahrir, bertempat di Almond Zucchini Studio Cooking, tanggal 9 Februari 2019. Yayasan Dokter Sjahrir (YDS) merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk untuk meneruskan warisan DR. Sjahrir (alm) dan bergerak dibidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Dua tahun terakhir, YDS telah melaksanakan serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas kepada pemuda dan masyarakat akan pentingnya aksi nyata menghadapi perubahan iklim global, khususnya pentingnha menjaga kelestarian hutan.

Saya benar-benar melek bahwa bumi semakin sekarat karena manusia, semua lapisan masyarakat baik yang di pedesaan maupun perkotaan semua punya tanggung jawab untuk menyelamatkan bumi.

Selamatkan Bumi yang Sekarat

Isu perubahan iklim yang sedang dialami saat ini merupakan salah satu dari banyaknya tanda bahwa bumi sedang sekarat. Apa yang menyebabkan ini terjadi? Ya, tidak lain tidak bukan adalah ulah dan kegiatan manusia itu sendiri.

Para Narasumber

Dr. Amanda Katili Niode menjelaskan bahwa kegiatan manusia berakibat pada sekaratnya bumi, seperti tambang batu bara, pabrik, transportasi, produksi minyak, pembakaran hutan, proses industri, pengelolaan sampah, dll. Dampak dari perubahan iklim inipun dirasakan oleh kita lagi, seperti gagal panen, kekurangan bahan bakar, kelangkaan air, bencana alam, penyakit, pemindahan, konflik, dll.

Sistem global rentan iklim inipun dapat menyebabkan instabilitas politik dan sosial. Akan berpengaruh pada pangan, air, kesehatan, infrastruktur bahkan berpengaruh pada warisan budaya. Lalu bagaimana mengatasinya?

Dr. Amanda Katili Niode melanjutkan penjelasannya, beliau mengungkapkan hal-hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan bumi yang sekarat, diantaranya :

  • Kurangi sampah terutama sampah plastik

Setiap tahun 1.000.000.000.000 kantong plastik sekali pakai digunakan di seluruh dunia. Kita tahu bahwa sampah plastik merupakan sampah yang sulit diurai dan sangat mencemari lingkungan.

  • Industri Fashion salah satu pencemar terbesar
❤

Belajar hidup minimalis sesuai kebutuhan itu jauh lebih baik, bisa coba salah satu metode berbenah yang terkenal dari Jepang yaitu KonMari dari Maria Kondo. Mengajarkan kita hidup minimalis yang goal nya adalah kebahagiaan hidup .

  • Pad Thai

Dampak pemberian bahan lain 250gr (memasak) dalam mempengaruhi efek rumah kaca. Contohnya ; grass fed beef menghasilkan 50g gas rumah kaca, sedangkan chicken, fish dan tofu hanya menghasilkan sekitar 1-3g gas rumah kaca.

  • Tanam dan Pelihara Pohon

Menanam pohon sekitar rumah sangat berarti bagi bumi kita yang sekarat.

  • Konsumsi Pangan Lokal

Merubah pola makan dapat mempengaruhi lingkungan dan mengurangi pencemaran, menjadikan kita hemat, sehat dan bugar.

  • Menjadi Peneliti Muda

Salah satu caranya para orang tua atau guru bisa mengajak anak-anak bermain ke alam, mengajarkan bagaimana seharusnya cara kita mencintai alam.

Hutan Paru-Paru Dunia

Salah satu yang paling membuat bumi kita sekarat adalah semakin berkurangnya hutan. Begitu banyak lahan hutan yang dibakar dan dialihfungsikan, ya ini ulah manusia lagi.

Suasana diruang seminar

Bagaimana cara kamu mengembalikan fungsi hutan? Kalau saya yang tinggal di kota langsung berpikir bahwa itu tanggung jawab pemerintah dan orang-orang bagian kehutanan.

Woo ternyata pemikiran seperti itu salah besar loh. perubahan iklim global diakibatkan kegiatan semua manusia, baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan. Jadi semua harus ikut andil, bertanggung jawab atas bumi. Lalu apa yang bisa saya yang tinggal di kota dan jauh dari hutan ini?

Dr. Atiek Widayati menjelaskan pengelolaan hutan dan lanskap berkelanjutan, solusi atas permasalahan oleh semua pihak.

Hutan merupakan suatu wilayah dengan pohon dewasa lebih tinggi dari 5 meter dan tutupan kanopi lebih besar dari 30%, dengan luas lebih dari 6.25ha. Lanskap hutan harus terdiri dari, flora dan fauna yang hidup dalam hutan, penduduk pinggiran hutan dan hasil hutan.

Permasalahan hutan yang sering terjadi diantaranya ;

  • Deforestasi, kehilangan hutan akibat beberapa aktivitas manusia.
  • Degradasi hutan, perusakan atau penurunan kualitas hutan.
  • Konversi hutan, hutan menjadi penggunaan non hutan (pertanian, perkebunan).

Semua atas kegiatan dan ulah manusia, maka kita juga lah yang harus bertanggung jawab dalam mengembalikan fungsi hutan sebagai paru-paru dunia, salah satu dari sekian banyak cara untuk menyelamatkan bumi yang sekarat.

Solusi dan Upaya Mengembalikan Fungsi Hutan

Kontribusi yang dilakukan bisa secara langsung dan tidak langsung. Saat ini sudah dan sedang dijalankan oleh pemerintah atau lembaga-lembaga yang bergerak langsung untuk mengembalikan fungsi hutan adalah dengan cara konversi hutan menjadi pertanian atau perkebunan. Hutan yang sudah gundul karena banyak pohon yang ditebang secara liar, atau karena pembakaran hutan yang tidak bertanggung jawab. Ditanami kembali dengan berbagai jenis pohon dan tanaman, tentunya dengan pengawasan. Proses pengembalian hutan ini butuh waktu yang sangat lama supaya pohon-pohon bisa kembali tinggi. Upaya tersebut sedang dilakukan terus menerus.

Narasumber dengan penanya yang beruntung

Seperti yang dilakukan oleh Belantara, yang merupakan salah satu instansi penyalur dana hibah (grand-making institution) yang bekerja untuk melindungi bentang alam Indonesia dengan mengembangkan program berkelanjutan di area konservasi, reforestaasi, dan pengembangan masyarakat berkelajutan.

Belantara ini lembaga sektor swasta yang mengikhtiarkan pelestarian alam berkelanjutan. Dijelaskan oleh Dr. Sri Maryati selaku Excekutive Director dari Belantara. Banyak program yang dilakukan oleh Belantara sebagai upaya melestarikan alam berkelanjutan. Tentunya juga dengan mengikutsertakan masyakarat daerah pinggir hutan, mendukung pemberdayaan masyarakat dengan memberi edukasi juga pelatihan sehingga masyarakat pinggir hutan terampil dalam menjaga kelestarian hutan berkelanjutan.

Baca juga : Melestarikan Hutan dan Meningkatkan Perekonomian Lokal dengan Membeli Produk Kreatif Hasil Hutan ‘Bukan Pohon’.

Lanjut Dr. Atiek Widayati menjelaskan bahwa, kita pun yang tinggal di kota tetap bisa berkontribusi dalam mengembalikan fungsi hutan secara tidak langsung, dengan cara ;

  • Mendukung pelestarian hutan yang ada.
  • Mendukung hasil hutan ‘bukan kayu’.
  • Pemanfaatkan jasa ekosistem hutan seperti air mineral.
  • Mendukung ekonomi masyarakat tepi hutan.
  • Mendukung produksi/produk kayu berkelanjutan.

Jadi isu kehilangan hutan ada solusinya, prinsipnya mengembalikan fungsi hutan di segala aspek. Kontribusi terhadap perbaikan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan bisa secara langsung dan tidak langsung. Masyarakat yang tidak berhubungan langsung dengan hutan tetap dapat berkontribusi secara tidak langsung. Pada akhirnya kita lagi lah yang akan merasakan manfaat terjaganya hutan.

Perubahan yang Sudah Saya dan Keluarga Lakukan

❤

Sebelumnya saya juga mendapatkan ilmu mengenai gerakan minim sampah dan zero waste. Untuk pada tahap zero waste saya belum mampu dan masih terus berproses, semoga Allah mudahkan. Mengikuti acara ini semakin membuka mata saya bahwa penting sekali bergerak demi bumi tercinta .

Foto bersama

Tentunya dengan 3M dulu  :

  • Mulai dari diri sendiri

Awalnya saya bergerak sendiri, sekarang suami pun ikut bergerak karena melihat dan bertanya alasan saya untuk mengurangi sampah plastik, membeli sayuran di pasar, dll.

  • Mulai dari hal kecil

Awal sekali mulai dari membawa kantong belanjaan sendiri, membawa tempat makan dari rumah ketika membeli makan diluar, dll.

  • Mulai saat ini

Tanpa menunda-nunda, karena biasanya suka lupa. Selalu ingat pesan bapak saya yang berkata ‘beramal baik jangan ditunda-tunda’. Memilih action lebih dulu dan terus belajar sambil jalan, bahasa kerennya ‘learning by doing’.

❤

Untuk setiap perubahan lebih baik, saya selalu mengandalkan 3M ini, Insya Allah lebih mudah .

Hal yang sudah saya lakukan untuk peduli lingkungan belum cukup banyak, namun perubahan baik sekecil apapun akan sangat berharga jika dilakukan setiap individu. Akan jadi perubahan besar untuk bumi kita. Berikut hal-hal yang sudah saya dan keluarga lakukan :

  • Memisahkan sampah organik dan non organik.
  • Meminimalisir penggunaan plastik dengan membawa kantong belanja setiap kali berbelanja.
  • Mengurangi pembelian baju/fashion dan barang-barang yang sekiranya ‘hanya ingin’ padahal tidak terlalu butuh, belajar hidup minimalis ala KonMari. Baju yang sudah tidak cukup saya bagikan ke saudara, baju yang sudah tidak layak saya gunakan lap dirumah.
  • Belanja sayur dari pedagang lokal.
  • Memilih masak dibandingkan beli makan diluar. Suami pun setiap hari saya siapkan bekal makan siang.
  • Nada masih menggunakan popok sekali pakai, saya targetkan untuk melatih toilet training sebelum usia 2.5 tahun. Namun setidaknya ketika pup saya buang dulu pup nya ke kloset. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana para pekerja lapangan di TPA sampah melihat begitu banyak kotoran dalam pospak .
  • Mengajak Nada edukasi ke alam terbuka, kebetulan suami memang dari organisasi pecinta alam. Selain tafakur bagaimana luar biasanya ciptaan Allah dan harus kita syukuri juga mengajarkan ia mencintai alam .
😊
🙏

Ingin sekali menanam pohon, apa daya tangan belum sampai. Saya tinggal di kota dan kontrakan sehingga tidak ada lahan tanah untuk menanam pohon. Rencananya saya akan membeli beberapa tanaman dalam pot seperti tanaman rawit dan daun bawang. Selain bisa saya gunakan untuk memasak, saya pun bisa mengubur sampah organik di dalam tanah pot. Semoga next bisa punya rumah yang halaman nya luas sehingga bisa tanam pohon disana, aamiin 

❤

Yuk berkontribusi untuk menyelamatkan bumi. Senang berbagi .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *