Lestarikan Hutan Demi Kehidupan Di Masa Depan

Posted by

Oleh Irhayati

Apa yang terbayang dalam pikiranmu, bila di tanya soal hutan? Sama seperti saya pasti kamu menjawab hutan adalah tempat yang sejuk dan banyak pohonnya. Tentu saja benar, karena saya sendiri sering menepi dan mencari inspirasi ke hutan mini Kebun Raya Bogor. Kebetulan tidak jauh dari rumah karena saya tinggal di sekitar Bogor.

 Hal pertama yang saya lihat begitu memasuki hutan mini di kota hujan ini  adalah jejeran pepohonan rindang nan hijau berusia ratusan tahun. Lalu merasakan segarnya udara dari pepohonan yang mengeluarkan banyak oksigen, zat yang sangat diperlukan untuk kesehatan paru-paru kita. Selain itu berada did ekat pepohonan, akan membuat pikiran kita tiba-tiba menjadi tenang dan damai, kala memandang sekumpulan warna hijau surga tersebut. Serasa benar-benar berada di surga!  

Namun setelah saya mengikuti.

‘ForestTalk with Bloggers’ diprakarsai oleh Yayasan Doktor Sjahrir/YDS dan The Climate Reality Indonesia. Acara dipandu oleh Blogger senior, mantan Vice President ASEAN Bloggers chapter Indonesia Amril Taufik Gobel, Sabtu lalu, tanggal 9 Februari 2019, bertempat di Almond Zucchini, pikiran saya pun semakin terbuka lebar.
Ternyata hutan bukan hanya sebagai penyedia oksigen bagi paru-paru kita dan dunia, tapi lebih hebat dari itu manfaatnya yaitu bisa bernilai ekonomi dan sebagai investasi. Acara dibuka dengan pemaparan pertama oleh Ibu Dr. Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Indonesia.

“ Air dan udara berperan dalam menyelamatkan bumi yang sedang sekarat. Pemanasan Global dipengaruhi oleh kegiatan manusia, diantaranya adalah tambang dan pabrik batu bara, gas emisi dari transportasi, produksi minyak, proses industri, pembakaran tanaman, kebakaran hutan, industri pertanian dan tempat pembuangan sampah.”
The Climate Reality Project Indonesia adalah bagian dari The Climate Reality Project yang berbasis di amerika serikat dan dipimpin oleh Mantan wakil Presiden Al Gore, memiliki lebih dari 300 relawan, yang disebut climate reality leader di Indonesia yang berasal dari berbagai latarbelakang dn termasuk para pemimpin bisnis, professional, pendidik, atl;et, musisi, ilmuwan, actor, pelajar, dan pemuka agama. Organisasi nirlaba ini aktif melakukan sosialisasi perubahan iklim dan mendorong masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi.

Dalam acara ini juga di gelar Mini Exhibition yang memamerkan Produk Hutan Non Kayu dan produk yang berasal dari limbah kayu, hasil dari program Corporate Social Responsibility (CSR).Berikut salah satu produk hasil hutan yang bukan kayu. Sebuah karpet produksi kriya dari Rumah Rakuji yang dibuat dari serat bambu. Adapun bambu yang dipilih yaitu bambu apus dan bambu tali. Melalui proses penguraian mekanis dan perebusan, sehingga benang yang dihasilkan diklasifikasikan sebagai linen. Proses pembuatan karpetnya sendiri melalui tahap mengubah bilah menjadi buluh. Lalu buluh menjadi serat, kemudian serat menjadi benang, dan terakhir baru benang dianyam menjadi karpet.

YDS memandang perlunya dilakukan peningkatan kemampuan para Blogger terutama dalam hal kebijakan pengelolaan hutan lestari di Indonesia dan pentingnya hal tersebut di dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca. 
Sebagai Blogger, saya ingin ikut berpartisipasi aktif dalam kampanye pentingnya pengelolaan hutan lestari di Indonesia. Salah satunya melalui pengenalan akan makanan dan produk ekonomi kreatif berbasis hutan. Sebab kemitraan antara pemerintah, pelaku bisnis, LSM, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah laju kerusakan hutan dan meningkatkan penanaman kembali di kawasan yang sudah rusak

Sebagaimana yang diungkapkan juga oleh Dr. Amanda katili Niode
“Kelompok Blogger diharapkan dapat mengangkat pentingnya meningkatkan ekonomi desa dengan memanfaatkan program Perhutanan Sosial, yaitu menanam pohon-pohonan yang dapat menjadi bahan baku produk unggulan desa, dan menggulirkan ekonomi kreatif di desa tersebut.

Dijelaskan juga bahwa perhatian perempuan terhadap lingkungan lebih besar dibandingkan laki-laki. Sehingga adanya perubahan iklim akan berdampak bagi mereka.

Solusinya

  • Kita sebagai perempuan, bisa mulai pengurangan kantong plastik saat belanja di tukang sayur, atau supermarket, dengan membawa kantong kain atau pilih menggunakan dus daripada kantong plastik. Bawa wadah plastik sendiri dari rumah yang bisa dipakai ulang seperti tupperware atau lock and lock untuk beli ikan atau daging.
  • Jangan bakar sampah di rumah, sekarang belajar memilah sampah di rumah yang organik dan anorganik, biarkan diambil oleh tukang sampah, gunakan plastik sampah yang bisa didaur ulang seperti plastik dari singkong, yang gampang terurai. Plastik yang tak bisa diurai merusak lingkungan, bawa sedotan stainles saat minum di restoran, hindari pemakaian sedotan plastik.
  • Dari bidang fashion, bahan baju yang dipakai juga jika sudah tidak terpakai jangan dibuang begitu saja. Misal sisa menjahit baju atau baju daster beladus bisa dipakai percanya untuk bikin keset. Baju bahan jeans yang sudah tak terpakai, bisa kita jadikan pouch atau tas yang jika dikasih renda atau pita jadi cantik untuk dipakai. Pakai pembalut kain saat di rumah dan diapers kain agar  bisa dicuci ulang, kurangi pemakaian pembalut dan diapers sekali pakai.

Acara pun di akhiri dengan demo masak dan  icip-icip Kuliner Produk Hutan,

Serta lomba live tweet, live Instagram dan lomba blog pasca acara. Rasanya benar-benar puas mengikuti acara yang penuh inspirasi dan ilmu baru seputar hutan dan manfaatnya bagi kehidupan. Ternyata hutan tak hanya sebagai tempat tumbuhnya pepohonan, tapi juga lebih dari itu. Bisa memberikan nilai ekonomi lewat produk kreatif berbasis hutan bagi warga dan sumbangan investasi bagi Negara.

Untuk itu, mari kita ikut peduli dalam melestarikan hutan

Jadi, sekarang kamu mengertikan? Betapa pentingnya keberadaan hutan bagi kehidupan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *