Lestarikan Hutan Bersama Blogger Pontianak

Posted by

Oleh Priyo Setyoko

Berbicara mengenai hutan memang takkan pernah ada hentinya, sebab hutan merupakan paru-paru dunia. Hal ini tentunya tidak berlebihan sebab, di dalam hutan terdapat banyak tumbuhan serta tanaman yang mampu menyerap karbondioksida (CO2).

Selain itu, hutan juga memiliki kegunaan diantaranya menghasilkan oksigen, mengatur tata air, penanggulangan bencana. Selain itu akar-akar dari berbagai tanaman serta pohon bisa mengikat tanah dan menyerap air.

Fenomena cuaca ekstrem yang disebabkan oleh global warning tentu bukanlah sesuatu hal yang dianggap lelucon belaka, Mari sejenak kita membayangkan jika kita berada di suatu Negara yang panasnya mencapai sekian puluh derajat celcius. Sebagai contoh Amerika Serikat yang meskipun berada tak jauh dari kutub pernah merasakan panas yang mencapai 40 derajat celcius.

Contoh kedua Benua Kangguru Australia pernah juga mencapai panas sebesar 50 derajat celcius. Mungkin telur akan menjadi telur ceplok jika kita pecah disana. Pertanyaannya adakah yang ingin hidup didalam penggorengan ? Tentu tidak.

Salah satu efek dari global warning adalah ketika musim hujan tiba maka banjir akan melanda sebagian kota yang tidak siap menerima dampaknya. Begitu pun ketika musim kemarau tiba, peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla sudah menjadi sebuah tradisi yang terus terjadi selama bertahun-tahun.

Indonesia sebagai Negara yang kaya akan hutan sudah sering mengekspor sesuatu yang membuat Negara lain marah dan merah mukanya. Apalagi jika bukan kabut asap.

Lestarikan Hutan Bersama Blogger Pontianak

Pada tanggal 20 April 2019, Komunitas Blogger Pontianak diundang untuk menghadiri workshop di Hotel Ibis Pontianak, tentang Lestari Hutan acara ini diadakan oleh Yayasan Doktor Sjahrir yaitu sebuah lembaga yang bergerak di bidang Pendidikan, Masyarakat dan Lingkungan Hidup. Salah satu visi dan misinya adalah pelestarian hutan di Indonesia dengan programnya The Climate Reality Project Indonesia.

The Climate Reality Project Indonesia
The Climate Reality Project Indonesia

Sekedar informasi bahwasanya, The Climate Reality Project Indonesia adalah bagian dari The Climate Reality Project yang berbasis di Amerika dimana Proyek ini telah memiliki lebih dari tiga ratus relawan di Indonesia yang tetap fokus untuk melakukan sosialisasi perubahan iklim serta mendorong masyarakat untuk menjadi bagian dan solusi.

“Indonesia adalah negara kepulauan namun sangat rentan terdampak perubahan iklim. Ini sangat berbahaya dan  harus segera diatasi bersama, ” ujar Dr. Amanda Katili Niode selaku Manager Climate Reality Indonesia di acara Forest Talk with Blogger Pontianak

Indonesia adalah negara kepulauan namun sangat rentan terdampak perubahan iklim. Ini sangat berbahaya dan  harus segera diatasi bersama

Seperti yang kita ketahui bahwasanya hutan di Indonesia saat ini sudah menjadi santapan bagi investor yang tak bertanggung jawab untuk membangun proyek-proyek mubazir seperti kelapa sawit maupun real estate.

Blogger Pontianak peduli Lingkungan Hidup

Acara ini juga membuka cakrawala mengenai #LestariHutan untuk generasi millennial atau generasi z. Sebab proyek ini mendorong generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan dengan cara  yang kreatif dan inovatif.  Hal ini lantaran hutan merupakan rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna.

Bagaimana Cara Mencegah Perubahan Iklim

Perubahan Iklim, Greenhouse EffectGlobal Warning bukanlah sesuatu yang patut di sepelekan untuk saat ini. Sebab, efek yang di hasilkan sudah cukup parah dan serius.

Mencairnya es di kutub adalah salah satu akibat dari peristiwa yang merupakan tanda-tanda dari kiamat ini. Lalu bagaimana cara untuk mencegahnya, perhatikan video dibawah ini.

Salah seorang traveler asal Inggris yang bernama Jordan Simmons pernah membuat postingan di Instagram beliau tentang buruknya sampah di Indonesia. Foto ini diabadikan di Pantai Batu Bolong Canggu, Bali.

There’s no plastic or litter in Paradise ??

Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi ?

Hutan bukanlah tempat yang berisikan Flora dan Fauna sebab patut kita sadari  bahwa didalam hutan masih terdapat pedesaan yang hidup dan berkembang biak. Ketamakan manusia merupakan penyebab utama terjadinya peristiwa yang berlangsung saat ini.

Hanya ada satu cara untuk melestarikan hutan tanpa mengganggu peradaban manusia yaitu dengan menjadikan hutan sebagai sumber ekonomi hijau masyarakat dengan kata lain masyarakat mampu untuk mengelola dan manfaatkan hasil hutan bukan kayu.

Mulailah dengan cara-cara yang simple tapi berhasil, apa itu ? gunakan produk non plastik, pakailah produk yang menggunakan non kayu sebagai sumber bahan bakunya.

Produk daur ulang adalah solusi untuk mengatasi Greenhouse Effect

Hutan juga mampu menjadikan masyarakat yang non kreatif menjadi masyarakat kreatif, hal ini tampak jelas dengan pameran mini yang menampilkan produk dari desa Sumber Agung Kubu Raya dan juga Produk dari Sintang.

Salah satu produk unggulan Batu Ampar Kubu Raya

APP Sinar Mas menggandeng perusahaan sejenis untuk memberikan dana bantuan ke desa-desa terpilih. Adapun kriterianya adalah

  1. Lokasi desa berada dalam hutan konsesi atau berjarak 3 km dari hutan konsesi APP Sinar Mas.
  2. Warga desa yang menggantungkan hidup pada hutan.
  3. Lokasi desa yang 3 tahun berturut-turut terjadi kebakaran.

Acara ini juga menampilkan demo masak diantaranya Ayam Bakar Madu serta beberapa kuliner yang memanfaatkan hasil hutan. Bagi yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang Lestari Hutan bisa didapatkan di

  • Twitter (@YSjahrir)
  • Instagram(@yayasandoktorsjahrir)
  • Website Lestari Hutan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *