Lestarikan Alam Bukan Celoteh Belaka

Posted by

Oleh : M. Teguh Budianto

Banyak yang berkata, termasuk diriku bahwa melestarikan alam hanya sebatas semboyan atau ucapan saja dari pihak-pihak, terlebih lagi pemerintah, tanpa adanya fakta dan gerakan nyata. Perlahan namun pasti pemikiran itu pergi dipikiranku.  Alam sangat erat kaitannya dengan alam raya yang menyajikan hutan yang masih asli dan banyak flora dan fauna bercengkerama didalamnya. Akan tetapi, pada saat sekarang ini jikalau mendiskusikan hutan memang takkan pernah ada habis-habisnya sebab hutan adalah paru-paru dunia dan apakah hutan masih layak disebut paru-paru dunia? Atau kini hutan bukan lagi paru-paru dunia, hanya saja paru, sebab paru setengahnya sudah rusak akibat manusia. Sebutan hutan sebagai paru-paru dunia tentunya bukan tanpa alasan, hutan yang merupakan kumpulan dari pepohonan merupakan penghasil oksigen (O2) dan  penyerap karbondioksida (CO2).
KALIMANTANPulau Kalimantan atau yang akrab juga dikenal sebagai borneo merupakan salah satu paru-paru dunia sebab Kalimantan memiliki hutan yang luas yakni sekitar 40,8 juta hektar. Kalimantan kaya akan keindahannya, baik flora, fauna, dan budayanya. Saya seorang pemuda yang lahir di pulau Kalimantan tepatnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Provinsi Kalimantan Barat juga kaya akan kekayaan hutannya, banyak hewan dan tumbuhan khas Kalimantan Barat yang hidup dialam liar, misalnya saja burung enggang gading, orang utan dan tumbuhan tengkawang. 

Sumber foto : https://pasone13.blogspot.com/2017/06/tumbuhan-langka-dan-manfaatnya.html

FUNGSI HUTANBanyak oknum yang sengaja membakar hutan, membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan kegiatan lainnya merusak hutan, tanpa pernah berfikir bahwasannya hutan bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk memproduksi oksigen bagi mahluk hidup, akan tetapi fungsi hutan jauh lebih dari itu, hutan juga memiliki kegunaan penting diantaranya:
1. Mencegah bencana erosiKeberadaan hutan dapat menjadi penahan lapisan tanah agar tidak hanyut pada terjadinya banjir ataupun pada saat hujan dengan entisitas tinggi. Bukan hanya bisa mencegah erosi, hutan juga dapat menjaga lapisan bagian atas dari tanah. Hutan juga berfungsi sebagai daerah resapan, daerah yang memiliki pohon maka secara otomatis dapat mencegah banjir daripada daerah yang gersang.

Hutan Kalimantan di Seluas, Bengkayang, Kalimantan Barat

2. Menghindari pemanasan globalTak dapat dihitung lagi berapa kali kita mendengar kalimat GLOBAL WARMING. Fenomena cuaca ekstrem atau yang dikenal dengan pemanasan global bukan sebatas himbauan ataupun iming-iming saja, akan tetapi ini fakta. Amerika Serikat misalnya, negara yang satu ini yang meskipun berada tidak jauh dari kutub pernah merasakan panas yang mencapai 40 derajat celcius dan Australia pernah juga mencapai titik panas diangka 50 derajat celcius.  Hutan nyatanya dapat menjadi pengatur iklim. Dengan adanya hutan, maka kelembaban dan suhu udara bisa tetap stabil dan tetap terjaga. Hutan memiliki peran sebagai penyimpan air kemudian mengatur peredarannya dalam bentuk mata air. Hutan dapat Mengurangi gas berbahaya dan memberikan suplai oksigen. Dimana hal tersebut akan sangat berguna untuk menjaga kemurnian atmosfer dan juga mengendalikan suhu udara agar tetap stabil.
SISA APA SAJA HUTAN DI KALIMANTAN?Banyak yang berkata jika Kalimantan tak seperti dulu lagi, sudah banyak hutan yang beralih menjadi perumahan, beralih menjadi tempat industri, maraknya penebangan pohon secara ilegal dan lain sebagainya. Ternyata ini bukan hanya omong kosong belaka, sebab sebuah penelitian Plus One dalam jurnalnya memperoleh hasil penelitian yakni lebih dari 30 persen dari hutan tropis Kalimantan telah hancur selama 40 tahun terakhir akibat kebakaran, industri penebangan kayu dan industri perkebunan.

Hal ini tentunya ulah manusia, sebut saja hal yang sering terjadi dan telah menjadi budaya buruk di wilayah Kalimantan Barat yakni pembakaran hutan. Kebakaran hutan dan lahan atau yang disingkat KARHUTLA telah menjadi agenda rutin tahunan di Kota Pontianak pada saat musim kemarau tiba. Padahal didalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dijelaskan aturan kaitan tentang pelarangan karhutla dan hukuman jika melakukannya. Pemerintah Kota Pontianak bukan hanya diam dan tak melakukan apa-apa, pemerintah daerah juga sering mengkampanyekan dan memberikan edukasi arti pentingnya hutan serta pemasangan banner tentang undang-undang ini.

Pemasangan banner disepanjang wilayah rawan KARHUTLA di Kalimantan Barat

Kini memang tampak jelas bahwa penurunan kualitas hutan di Kalimantan sangat besar. Lalu upaya yang dapat kita lakukan adalah salah satunya dengan ikut serta dalam komunitas pencinta alam sebagai wadah untuk mengembangkan ide maupun cara untuk melestarikan alam atau juga bisa melalui diri sendiri untuk mulai menjaga lingkungan yang kita cintai ini. Lalu juga mendukung pelestarian hutan yang ada dengan cara mendukung hasil hutan, pemanfaatan jasa ekosistem, mendukung ekonomi masyarakat diberbagai wilayah terutama diwilayah yang masih kaya akan hasil hutan dan keindahan alamnya agar hutan mereka selalu mereka jaga dan tidak mereka jual kepada perusahaan perkebunan sawit
Untuk mencegah hutan Kalimantan untuk tidak terus-menerus berkurang rasanya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga hutan agar tetap lestari. Pemanfaatan hutan bukan hanya melalui pembalakan liar lalu menjual kayu kepada pengepul dan lain sebagainya, akan tetapi agar dapat memperoleh hasil hutan denganberkesinambungan maka dari itu solusi yang harus dilakukan adalah menanam pohon ekonomi kreatif, misalnya menanam pohon sumber serat, rotan, kelapa, nipah, dan lain-lain yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan ecoproduct, dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
Yayasan Doktor SjahrirBanyak pihak baik itu pemerintah, komunitas dan yayasan yang berperan aktif untuk menjaga hutan Indonesia agar tetap asri dan tetap terjaga dengan tujuan generasi selanjutnya dapat merasakan hasil hutan dan tidak kepanasan akibat hutan yang mulai gundul. Salah satu yayasan yang berperan aktif untuk melakukan kegiatan dibidang lestari hutan adalah YayasanDoktor SjahrirYayasan Doktor Sjahrir merupakan yayasan yang memiliki gagasan untuk berperan aktif menjaga hutan dan kelestariannya. Yayasan yang mengusung misi sosial dari almarhum Dr Sjahrir, bergerak dilintas sektor termasuk bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Forest Talk With Bloggers Pontianak 2019Beberapa waktu yang lalu saya dan rekan-rekan Komunitas Blogger Pontianak berkesempatan hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Doktor Sjahrir berkerjasama dengan The Climate Reality mengadakan acara temu blogger Pontianak membahas arti pentingnya pelestarian hutan dengan tema “Forest Talk With Bloggers Pontianak 2019”. Acara ini berlangsung di hotel Ibis Hotel Pontianak City Center yang berlamat di Jl. Jenderal Ahmad Yani No.81, Parit Tokaya, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Sabtu (20/4/2019).

Pontianak merupakan kota ketiga yang disambangi oleh Yayasan Doktor Sjahrir dan The Climate Reality, sebelumnya Jakarta dan Palembang telah terlebih dahulu disambingi untuk diskusi tentang materi yang telah disediakan yang tentunya berkaitan dengan hutan. Acara dimulai dengan mengisi absen registrasi yang telah disediakan oleh panitia, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan semangat nasionalisme dan patriotisme tentunya, lalu dipandu oleh moderator yang seru yakni Amril Taufik Gobel .

Sesi pertama dibuka oleh Dr. Amanda Katili Niode selaku Manager Climate Reality Indonesia. 
The Climate Reality Project Indonesia adalah bagian The Climate Reality Project yang berasal dari Amerika Serikat, dipimpin oleh Mantan Wakil Presiden Al Gore. Saat ini memiliki lebih dari 300 relawan di Indonesia yang juga berfokus melakukan sosialisasi perubahan iklim dan mendorong masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi. Dr. Amanda Katili Niode memaparkan materi-materi yang tertuju kepada penjelasan gas-gas emisi rumah kaca yang berpengaruh terhadap perubahan iklim di Indonesia  dan dunia. Emisi rumah kaca banyak disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya ia mengatakan bahwa banyaknya sampah plastik sekali pakai dibumi ini yang mana pada setiap tahunnya total sebanyak 1 triliun kantong plastik sekali pakai digunakan diseluruh dunia yang tentunya sampah plastic sangat sulit untuk diurai. Asap kendaraan kendaraan bermotor dan pabrik juga menjadi salah satu faktor hal yang harus diperhatikan dengan baik. Kini tak dapat dihitung lagi berapa banyak kendaraan roda dua dan roda empat serta pabrik- pabrik yang beroperasi di seluruh dunia yang memberikan dampak negatif untuk kesehatan manusia dan alam. 

Dr. Amanda Katili Niode selaku Manager Climate Reality Indonesia

Perubahan iklim yang terbilang ekstrem yang terjadi di Indonesia mengakibatkan2481 bencana dan 97% diantaranya adalah hidrometeorologi. Akibatnya 10 juta orang menderita dan mengungsi. Faktor terbesar penyebab perubahan cuaca iaalah manusia itu sendiri, bukan alam, jadi jangan pernah menyalahkan alam. Aktivitas yang dilakukan manusia secara berlebihan seperti tambang batu bara seperti difilm dokumenter Sexy Killers membuka mata kita bahwa kegiatan perusahaan aktivitas tambang batu bara banyak yang tidak memperhatikan analisis dampak lingkungan dan ditambah lagi seusai isi perut bumi dikeruk, tak dilakukan penanaman kembali hutan seperi sedia kala, tapi dibiarkan saja. Hutan yang rusak tak mampu menyerap CO2, pembakaran hutan secara illegal, kendaraan motor yang masih menggunakan bahan bakar fosil dimana hasil dari pembakaraan kendaraan dapat mencemari udara dan masih banyak aktivitas lainnya. Jika sudah begini, bukan lagi waktunya menyalahkan pihak sana dan pihak sini, ayo pupuk rasa cinta NKRI dengan menjaga hutan alam bumi raya INDONESIA.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Atiek Widayati selaku perwakilan dari Tropenbos Indonesia dengan tema “Pengelolaan Hutan dan Lanskap Berkelanjutan“. Sesi kedua berjalan cukup seru dengan diawali pemanasan materi oleh Dr. Amanda Katili Niode.  Dr. Atiek Widayati menjelaskan arti pentingnya hutan dan hutan selalu terkait dengan isu yang terdiri dari deforestasi hutan, degradasi hutan, dan konversi hutan.

Apa itu Deforestasi? Deforestasi hutan merupakan perubahan permanen areal berhutan menjadi tidak berhutan, sedangkan degradasi hutan merupakan penurunan kualitas hutan, sedangkan konversi hutan adalah pemanfaatan hutan yang berupa penembangan hutan baik itu yang dilakukanoleh perusahaan maupun masyarakat. Beliau berpesan agar masyarakat kini kembali mengembaikan fungsi hutan sebagaimana mestinya dan memanfaatkan hutan dengan baik dan benar serta tdapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Hutan dan lansekapnya merupakan satu kesatuan yang berkesinambungan dan tidak dapat dipisahkan sebab satu kesatuan yang artinya isu dan permasalahan hutan terkait dengan semua unsur lapisan masyarakat. 

Hutan banyak memberikan manfaat untuk manusia, sebagai sumber pangan, papan dan sandang serta sumber dari segala sumber, ada dihutan. Misalnya saja sumber serat, sumber perwarna alam, perabotan rumah tangga dan sumber pangan, disajikan dihutan.Pemateri juga menunjukan hasil hutan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan yang menghasilkan manfaat ekonomi terutama untuk ekonomi kreatif, misalnya saja alat masak dari kayu sisa olahan, mentega tengkawang (pohon khas kalbar), dan totebag yang dibawa oleh yayasan dokter sjahrir dari palembang yang mana bahan warnanya menggunakan pewarna alami dari alam (eco-print) yang sangat kuat digunakan dimanapun.

Tas, selendang, ikat kepala dan sarung menggunakan bahan alam yang ramah lingkungan
Dr. Atiek Widayati selaku perwakilan dari Tropenbos Indonesia

Tibalah disesi materi terakhir dipaparkan oleh Pak Ditto Renaldi yang menjelaskan tentang program Desa Makmur Peduli Api (DPMA) Region Kalbar yang merupakan program dari APP Sinarmas yang merupakan salah satu perusahaan yang termasuk ke dalam grup Sinarmas. Beliau memaparkan bahwasannya tujuan dari Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) ialah berusaha memberikan bantuan untuk mengurangi pembakaran lahan yang dilakukan oleh masyarakat dengan alasan ladang berpindah oleh masyarakat. APP Sinarmas tidak hanya tinggal diam akan masalah ini, namum juga memberikan ilmu, informasi, dan penyuluhan untuk mengubah bagaimana cara berladang masyarakat di tepian hutan agar menjadikan hutan tak selamanya dibakar. Program yang dilakukan oleh APP Sinarmas membuahkan hasil, pada tahun 2017 yang lalu program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) ini berhasil mendapatkan penghargaan program Kampung Iklim Utama 2017 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang membuktikan bahwasanya pola berladang berpindah dengan cara melakukan pembakaran lahan oleh masyarakat dapat dikatakan kurang efektif dan tidak efesien serta tidak ramah lingkungan. Keberhasilan mereka yang telah melaksanakan upaya membuka pikiran masyarakat serta mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan bukan sebagai akhir aksi adaptasi dan mitigasi. Program ini terus berlanjut di beberapa desa atau kampung di Indonesia, dengan terus meningkatkan kemampuan para petani dan peternak dengan mengenalkan teknologi pertanian (alsintan).

Ditto Renaldi pada saat menjelaskan program Desa Makmur Peduli Api (DPMA) Region Kalbar

Tibalah disesi terakhir, yang seharusnya disampaikan oleh Ibu Murni Titi Resdiana tentang ‘Pohon dan Ekonomi Kreatif’, dikarenakan Ibu Murni Titi Resdiana berhalangan hadir , maka dari itu Dr. Amanda Katili Niode menyampaikan materinya yakni para blogger diajak untuk melihat hasil keanekaragaman hayati bernilai tinggi. Setelah melihat-lihat dan swafoto, kami diajak ke ibis kitchen untuk menyaksikan demo masak yang disajikan langsung oleh Chef  jagoan hotel ibis Pontianak yakni Chef Sumangun Wijaya. Selaras dengan tema, chef Magun memasak olahan hasil-hasil hutan sebagai bahan dasar olahannya, ada madu, rempah, jamur dan lain sebagainya. Chef gagah nan humoris ini tak segan memberikan tips masak untuk kami dan mempersilahkan kami untuk mencicipinya, hemmm rasa masakan olahan hasil hutannya sangat enak nan memanjakan lidah. 

Totebag dari Forest Talk With Blogger dengan bahan dasar pewarna alam yang kubawa pada saat menyusuri hutan kalimantan
Chef Sumangun Wijaya saat acara demo masak

Banyak materi dan ilmu baru yang saya dapati mengikuti acara yang keren ini, kini saya akan lebih gencar menjaga HUTAN BORNEO.  Tempat tinggal saya Kalimantan harus lestari agar kelak anak cucu saya bisa merasakan indahnya alam hutan Kalimantan. Mulai dari sekarang ayo kurangi penggunaan sampah plastik, kurangi penggunaan kendaraan bermotor jikalau tidak pergi jauh dan stop pembakaran hutan dan lahan serta jangan lagi lakukan aktivitas merusak hutan. KALAU BUKAN KITA, SAIAP LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI?


Pemanfaatan hasil alam

KESIMPULAN

Bukan sebuah rahasia lagi jika hutan memiliki peran fungsi yang sangat penting bagi seluruh makhluk hidup, tanpa terkecuali manusia.  Hutan merupakan karya seni alam yang sangat indah. Hutan menyajikan apa saja yang manusia inginkan, hutan juga tempat tinggal flora dan fauna serta hutan adalah rumah kita. Oleh karena itu, jaga hutan secara bersama-sama. Yayasan Doktor Sjahrir yang berkerjasama dengan The Climate Reality merupakan aksi nyata bahwa menjaga hutan merupakan tugas kita bersama, jangan saling menyalahkan dan jangan tanya apa yang sudah bumi berikan padamu, tapi tanyakan, apa yang sudah kamu beri untuk bumimu. Ayo lestari hutan kita, lestari anak cucu kita.

Email        : sekretariat@yayasandoktorsjahrir.idTwitter      : @YSjahrirInstagram : yayasandoktorsjahrirWebsite    : Lestari Hutan dan Yayasan Dr. Sjahrir

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *