Ketika Hutan Bercerita — (Forest Talk With Bloggers Palembang)

Posted by

Oleh : Eka Romawati

Illegal Logging, illegal logging, inilah illegal logging. Ketika manusia secara semena-mena membunuh pohon yang mereka pikir tidak bernyawa, tidak memiliki perasaan, hanyalah sekedar benda mati yang tidak bersuara dan bergerak. Mereka tidak tahu rasa sakit yang diderita karenanya dan dampak bagi kelangsungan paru-paru dunia.


(Ilustrasi hutan sebagai paru-paru dunia | Sumber : Google.com )

” Kulari Kehutan,
Kemudian
Teriakku 
…… “

Hai dear .. 
Sepenggal puisi diatas merupakan salah satu puisi karya Chairil Anwar yang sempat menghebohkan dunia muda pada tahun 2002 saat release film Ada Apa Dengan Cinta. 
But, sekarang. Kalo hutan terus terusan di jadikan mata pencarian oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, kita mau lari kemana. Paru-paru kita kehilangan tempatnya. Mengertilah, 

Jika menggunakan hati kita bisa pahami, terasa memberikan magnet tersendiri agar menggerakkan pelestarian hutan untuk membangkitkan atmosfer pengasuhan hutan yang lebih baik.
Hutan merupakan sebuah kawasan yang banyak ditumbuhi oleh tanaman dan pepohonan lebat. Hutan biasanya terdapat pada wilayah luas di berbagai belahan dunia dan fungsi utamanya adalah sebagai menyerap karbon dioksida, penghasil oksigen, juga sebagai habitat flora dan fauna. Ekosistem Hutan yang begitu luas selaun bermanfaat sebagai salah satu aspek biosfer bumi yang paling penting, juga mempunyai manfaat-manfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
Hutan merupakan ekosistem kompleks yang berpengaruh pada hampir setiap spesies yang ada di bumi. Pada saat hutan tergradasi, maka akan dapat menyebabkan berbagai macam bencana, baik itu lokal maupun di seluruh dunia. Kerusakan hutan atau deforestasi terjadi hampir diseluruh dunia, dimana kerusakan tersebut sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hampir 7,3 juta hektar hutan diseluruh dunia hilang setiap tahunnya.

Absen || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi
Suasana Sebelum acara dimulai || Dokpri

Sabtu (23Maret2019) lalu pada event FOREST TALK WITH BLOGGERS PALEMBANG yang digelar di Kuto Besak Theatre Restaurant Palembang dan menghadirkan Dr. Amanda Katili Niode (Manager Climate Reality Indonesia), Dr. Atiek Widayati (Tropenbos Indonesia), Ir.Murni Titi Resdiana, MBA (Utusan Khusus Presiden bidang Pengendalian Perubahan Iklim), Janudianto (Head of Social and Community Development Corporate Social and Security) dan Amril Taufik Gobel sebagai protokol acara. Event ini diadakan secara apik oleh Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) dan Climate Reality Indonesia.

Pembukaan Acara oleh Amril Taufik Gobel || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi
Pemaparan materi oleh Dr. Amanda Katili Niode || Dokpri

Kami semua sangat antusias pada saat ibu Dr. Amanda Katili Niode mulai memaparkan materi pertamanya. Bahwa keberadaan hutan sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi Indonesia dan merupakan sektor utama dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Hutan, menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Laporan State of the Forest Indonesia, 2018 menyatakan bahwa Kawasan hutan di Indonesia meliputi wilayah sebesar 120,6 juta Hektar dan dibagi dalam 3 kategori, yaitu: Hutan Produksi seluas 68,8 juta Hektar, hutan konservasi seluas 22,1 juta Hektar dan hutan Lindung seluas 29,7 Hektar. Kawasan gambut di Indonesia meliputi area seluas 15 juta Hektar atau 12 persen dari luas kawasan hutan dan Kesatuan Hidrologis Gambut sebesar 24,14 juta Hektar.

Kita semua tau kan yaaaa, Ketidakseimbangan lingkungan sebagian besar terjadi akibat kegiatan manusia dalam mengolah alam secara tidak baik, misalnya penebangan liar, pemakaian pestisida secara berlebihan, pemburuan liar dan pembangunan pabrik atau industri yang tidak terencana. “Hutan menjadi rentan dirusak dan ‘dikotori’”.

Perubahan iklim merupakan permasalahan terbesar dalam pembangunan nasional dan kita di Indonesia telah menyaksikan bencana terkait iklim yang sudah semakin parah. Kita dapat melakukan aksi nyata supaya dampak itu tidak semakin parah. Dan solusi terhadap masalah itu adalah kita menjaga hutan supaya tetap dan lebih lestari tutur beliau.
Hutan tropis menyimpan karbon di tanah dan pepohonan. Seperti spons/busa, hutan tropis menyerap karbondioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fossil sebagai sumber energi.
Kita membutuhkan hutan dengan luasan besar untuk ‘meredam’ dan melawan perubahan iklim dan menjaga bumi. Tetapi yang terjadi kita melakukan sebaliknya. Kita Menghancurkan Hutan. 
Pemerintah Indonesia telah melakukan perbaikan terhadap kebijakan pengelolaan hutan, dengan fokus kegiatan kebijakan hutan dan gambut yang memperhatikan hak masyarakat lokal dan adat, seperti melalui program Perhutanan Sosial, dan penegakan hukum. Upaya-upaya tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam hal pengendalian perubahan iklim, seperti yang dinyatakan dalam Paris Agreement, yaitu mencegah kenaikan suhu bumi sebesar 2oC dan mengusahakannya tidak melebihi 1.5oC pada akhir abad ini.

Pemaparan materi oleh Dr. Atiek Widayati || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi

Yass, selanjutnya disampaikan oleh Tropenbos Indonesia, DR Atiek Widayanti tentang Pengelolaan Hutan Dan Lanskap Berkelanjutan.
Beliau menyampaikan bahwa permasalahan utama dari pemanfaatan hutan adalah laju deforestasi yang tinggi, degradasi lahan dan juga emisi gas rumah kaca yang tinggi akibat perubahan tata guna lahan dan juga kebakaran hutan. Hal ini yang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam perlindungan dan pengelolaan hutan secara lestari. Perlindungan dan pengelolaan hutan akan mendukung sistem kehidupan masyarakat, antara lain menjaga kestabilan hidrologi di suatu kawasan, mencegah banjir, mencegah erosi dan intrusi air laut, mendukung ketahanan pangan dan energi.

Bisa kita lihat sendiri, hutan tidak pada tempatnya lagi.
Kita harusnya layak tahu jika 10% lahan di Indonesia adalah lahan gambut yang kerap mudah terbakar dalam keadaan kering. 
Api dari pembakaran gambut ini bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Gimana asapnya coba?

Selain itu, karena kebutuhan perekonomian yang menghidupi ratusan juta rakyat Indonesia, termasuk juga alasan tuntutan pembangunan infrastruktur yang menjadi ikon kemajuan suatu daerah, dengan berbagai alasan mengundang investor untuk berinvestasi demi kemajuan daerah, akhirnya hutan menjadi korban, banyak yang mengalihkanfungsikan hutan menjadi areal pertanian, pertambangan, perkebunan, dan areal pemukiman.

Jadi Dr. Atiek Widayati dan semua berharap kita sebagai masryarakat umum dapat berkontribusi untuk mendukung pelestarian hutan yang ada, mendukung hasil hutan bahan kayu, pemanfaatan jasa ekosistem hutan, mendukung ekonomi masyarakat tepi hutan, mendukung produksi produk kayu berkelanjutan. Karena, Hutan dan lanskap sekitarnya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kehilangan hutan ada solusinya yaitu mengembalikan fungsi hutan dalam berbagai aspek.

Pemaparan materi oleh Ir.Murni Titi Resdiana|| Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi

Utusan Khusus Prisiden Bidang pengendalian perubahan Iklim Ir Murni Titi Resdiana MBA, yang akrab di sapa mbak Titi, menyampaikan tujuan pembangunan berkelanjutan dan kebijakan perubahan iklim di Indonesia serta bagaimana cara kita memanfaatkan pohon untuk ekonomi kreatif. Program yang disampaikan oleh beliau salah satu dari sekian slide yaitu :

Pengurangan emisi sektor kehutanan dengan:

  • Pencegahan pembakaran liar
  • Kebijakan Moratorium
  • Penanaman di kawasan hutan
  • Rehabilitasi hutan dan lahan
  • Rehabilitasi Mangrove
  • Reklamasi Lahan pasca tambang
  • Penanaman dengan tanaman perkebunan
  • Perluasan perkebunan di tanah terlantar

Program Prioritas Pembangunan Desa:

  • PRUKADES (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan)
  • BUM DESA (Badan Usaha Milik Desa)
  • EMBUNG DESA
  • RAGA DESA (Sarana Olahraga Desa)
Pemaparan materi oleh Janudianto|| Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi

Disini mas Janu memaparkan tentang inovasi-inovasi yang menarik perhatian saya, bagaimana tidak, kalau tidak di event Forest Talk With Blogger ini mungkin sampai besok besok pun saya tidak tahu tentang DMPA yang dikembangkan oleh APP Sinar Mas. Selama ini, saya taunya Sinar Mas itu bank kecil tapi ternyata memiliki gebrakan yang sangat besar.

PATUT DIPANUTIN NIH.
Sejalan dengan upaya pemerintah, APP Sinar Mas juga mengembangkan berbagai inovasi sebagai perwujudan komitmen terhadap tercapainya SDG. Salah satunya dengan menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang disebut program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Program berbasis komunitas ini bertujuan mencegah kebakaran hutan dan deforestasi, sekaligus mengembangkan alternatif pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat, seperti di bidang pertanian pangan, hortikultura, peternakan, kehutanan dan perikanan.

Desa-desa yang berada sekitar atau di dalam konsesi perusahaan pemasok APP Sinar Mas. Melalui pendampingan perusahaan, masyarakat diarahkan untuk berdaya dan sejahtera secara sosial-ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya serta karakteristik lokal desa mereka masing-masing, melalui praktik yang memperhatikan keberlangsungan lingkungan, utamanya lewat bidang agroforestri atau wanatani.
Konsep DMPA adalah pemberdayaan masyarakat yang dikombinasikan dengan upaya pelestarian lingkungan. Masyarakat diarahkan bercocok tanam hortikultura (sayur mayur dan buah-buahan), tanaman pangan, peternakan, perikanan, serta mengolah makanan baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual.

Jadi disini APP Sinar Mas memfasilitasi dari hulu ke hilirnya, mulai dari penyediaan alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk. Penetapan program dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat melalui pertemuan dan dialog dengan berbagai stakeholders, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga kelompok tani yang sudah ada.

Wuihhhh, keren kaaan … Terimakasih Mas Janu. Salam Hormat.

Demo masak || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi

HHE, emang dimana mana perempuan itu paling heboh yaaa.. Apalagi soal makanan. Yumsss,
Nih kita dikasih resepnya kok oleh mas ganteng itu …

Mushroom in paradise || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi
Mushroom in paradise dan chili mayo || Dokpri

MUSHROOM IN PARADISE  :
1. Jamur Shiemeji
2. Jamur Merang
3. Jamur Kancing
4. Jamur White Crab

Cara Membuat :
1.Goreng Semua Jamur Dengan Adonan Tempura Sampai Kuning Keemasan.
2. Kemudian Sajikan Dengan Saos Honey Chilli MAYO. 

CHILI MAYO :Adonan Tempura
Tepung Terigu 80 Gr
Tepung Tapioka 60 Gr
Tepung Maizena 60 Gr
Baking Powder ¼ Sendok Teh
Air Es Secukupnya
Lada Secukupnya
Garam Secukupnya

Cara Membuat“ Campur Semua Adonan Menjadi Satu “

Chicken Wings Korean Saos || Dokpri

CHICKEN WINGS KOREAN SAOS :
Bahan
Sayap Ayam 4 Pcs
Tepung Terigu 100 Gr
Telur 1 Butir
Korean Saos 100 Gr 
Minyak Goreng 

Cara Membuat :
Goreng Sayap Ayam Yang Sudah Di Lumuri Dengan Tepung Terigu Hingga Berwarna 
Kuning Keemasan,Lalu Di Angkat Dan Di Tiriskan.
Campur Sayap Ayam Dengan Saos Korean.
Chicken Wings Korean Saos Siap Di Sajikan

Workshop Eco Print || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi
Display dari Galeri Wong Kito || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi





Hasil dari Desa Makmur Peduli Api oleh APP Sinar Mas || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi
Karya Limbah kayu oleh Meliin Galeri || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi
Koleksi personal kain tenun pewarna alam || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi
Foto bersama Blogger Palembang dan Pengisi Acara || Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Dokumentasi

Diatas tadi keseruan-keseruan kita di acara FOREST TALK WITH BLOGGER PALEMBANG kemarin.

Jadi kesimpulannya gini Indonesia kita dikenal sebagai paru-paru dunia. Sebagai negara dengan hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia, dan kita boleh bangga sama Indonesia. Sayangnya, kebanggaan kita pada hutan tanah air harus dibarengi dengan kenyataan bahwa luasnya kian hari kian berkurang. Yas seperti sudah terpampang nyata jika hutan Indonesia makin gundul akibat kebakaran hutan (sengaja ataupun tidak) hingga penebangan liar. Padahal hutan punya peran yang penting bagi kehidupan manusia yang salah satunya dapat mencegah terjadinya banjir.

Inget kann Banjir yg baru baru ini terjadi di Pulau Sentani Jayapura, terdengar saat reporter meliput mereka menuturkan bahwa banyak potongan beberapa material pepohonan yang hanyut di jalan-jalan yang ada di sekitar kota Sentani, Bagaimana bisa?

“Ini karakter banjir besar yang terjadi di Indonesia kita bisa melihat bagaimana kayu gelondongan yang begitu besar dan batu besar menerjang desa-desa” tutur reporter

Iya bener batinku. Padahal dari sisi itu, kalau dilihat secara utuh di perairan sekitar Papua suhu muka lautnya juga lebih hangat. Kalau suhu muka lautnya lebih hangat, penguapan cukup tinggi, ditambah lagi kelembaban udara. Juga pertemuan massa udara tadi. Sehingga potensi hujannya cukup signifikan.

kayu gelondongan yang begitu besar dan batu besar menerjang desa-desa||Tribun Jogja

Tapi mereka menegaskan banjir bandang tidak hanya karena faktor cuaca, namun ada faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya bencana ini, salah satunya alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan ini yang kemudian menyebabkan kerusakan lingkungan.Hal ini dibuktikan dengan hanyutnya kayu-kayu balok besar yang memungkinkan ditebang tapi tidak dimanfaatkan atau dibiarkan sehingga balok-balok itu melintang di berbagai titik.
Beginilah keadaannya. Setiap kali menyaksikan suatu penyimpangan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sedih memang rasanya, ketika disuguhkan hal-hal yang tidak baik di hadapan kita namun kita tidak bisa mencegahnya, atau setidaknya kekedar menginggatkan. Rasanya tidak jauh berbeda dengan menyaksikan seorang perampok membunuh korbannya dan yang kita lakukan hanyalah menonton dan membiarkannya.

So, starting from now, Jaga hutan kita. Sampaikan pada diri kita masing-masing untuk berikan kontribusi yang terbaik. Karena untuk jadi baik, dimulai dari diri sendiri dulu kaaaan 🙂

Sayangilah pohon yang ada disekitarmu, kamu tidak tahu apa yang sehari-hari kamu lakukan direkam oleh sesuatu yang tidak pernah kamu kira sebelumnya. Dia punya hati, dia punya perasaan, dan dia hidup.
Bersandar pada acuan berpikir antroposentris, bahwa jagat raya seisinya berpusat pada manusia, sering disalahartikan manusia bebas melakukan apa pun di jagat raya ini, karena dengan alasan manusia sebagai pusatnya. Manusia akan menjadi tuan bagi bumi ini. Manusia adalah salah satunya objek yang berpengaruh bagi segala bentuk kehidupan di muka bumi ini. Tetapi tidak selamanya bumi bersikap pasif. 

Kita tunjukkan rasa terima kasih kita kepada bumi, meskipun hanya dengan melakukan hal-hal kecil seperti memelihara hutan, memperlakukan makhluk-makhlukNya yang lain dengan rasa cinta kasih. Yas, Dia menciptakan bumi untuk segala kebutuhan makhluk ciptaan-Nya, maka sepatutnya kita mengambil bagian dalam ikut serta memelihara bumi ini dari kerusakan.

Bumi akan baik, jika kita juga baik.
Sayangi pohon, sayangi hutan. 
Menuju hutan lestari.

Terimakasih Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) dan Climate Reality Indonesia.
Terimakasih App Sinar Mas (DMPA), Mellin Galeri, Galeri wong kito.
Telah mengetuk hati kami lebih dalam lagi untuk menjadikan hutan lestari.
Twitter      : YSjahrir
Instagram : yayasandoktorsjahrir
Website    : Yayasan Doktor Sjahrir & hutan lestari.

Ketika Hutan Bercerita, Melalui Mereka.
Teruntuk pembaca, 
Love your life. 
Selamat berjelajah, salam hangat dan terima pelukan💛