Generasi Hebat Generasi Peduli Hutan

Posted by

Oleh : Shanty Febrianti

Melihat kondisi hutan sekarang ini membuat hati ingin menangis sebab banyak orang yang belum menyadari penting akan keberadaan hutan sangat ini, maka itu kita bersama sama perlu menyuarakan pelestarian hutan indonesia.

Melalui acara forest talk with blogger pada hari sabtu lalu (9/2/2019) di Almond Zuchchini menyadarkan kita dan rasa optimis terus muncul dengan berbagai upaya aksi nyata akan terus menjaga melestarikan hutan, mengingat perubahan iklim seperti saat ini. 

Aksi nyata mendukung melestarikan hutan

Tidak perlu menjadi superhero untuk melestarikan dan menjaga hutan.

Kita bisa mengaplikasikan dengan gaya hidup ramah lingkungan, seperti tidak membuang sampah, bawa tas kain yang bisa dipakai berulang ulang, mengurangi pemakaian tisu dan kertas dan lain lain.

Memang terdengar klise tapi jika semua orang melakukan hal tersebut maka akan berdampak besar.
Hutan bukan hanya berisi kayu namun banyak kehidupan lainnya, seperti satwa dan juga makhluk hidup teramat kecil.

Hutan selain memberikan oksigen bagi paru paru kita, juga bernilai ekonomis bila dapat dimanfaatkan dengan baik menjadi bahan baku produk unggulan desa seperti serat daun nanas, limpahan kayu, rotan, daun jati dan lain lain sehingga membantu memperbaiki perekomonian masyarakat merupakan salah satu bagian dari program perhutanan sosial.
Dukungan generasi muda untuk menyebarkan luaskan informasi dan publikasi program perhutanan sosial sangat efektif karena merupakan agen perubahan untuk memberikan pemahaman dan penyabartahuan kepada masyarakat lainnya.

Limpahan generasi muda yang produktif merupakan salah satu kekayaan bangsa indonesia dan peluang untuk memenangkan persaingan dalam memajukan potensi sumber daya indonesia.

Salah satunya dengan berkontribusi melalui kreatifitas dan inovasi memanfaatkan hasil hutan dengan memdayagunakan media promosi sebagai gerbang untuk mempromosikan hasil hasil hutan sosial dan strategi pemasaran 4P (Promotion,Price, Product, Place).

Sarana pengentasan kemiskinan masyarakat khususnya disekitar hutan yaitu dengan cara memberdayakan masyarakat lebih kreatif dengan penamanan dan manfaat pohon yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan perekomonian masyarakat.

Pembicara Florest Talk With Blogger

Menurut Ir. Murni Titi Resdiana, MBA salah satunya dengan menanaman pohon karena pohon mengandung sumber serat, pewarna alam, bahan kuliner, funiture, dan barang dekorasi. Ada juga serat alam indonesia yang bisa dikelola menjadi bahan teksil. 

Karya kreatif dari Rumah Rakuji

Pada mini exhibition salah satu contoh produk hasil hutan bukan kayu, dari Kalimat Timur yang memperlihatkan sebuah karpet produksi kriya dari Rumah Rakuji yang dibuat dari serat bambu.

Bambu yang dipilih bambu ampus dan bambu tali melalui proses penguraian mekanis dan perebusan sehingga benang yang dihasilkan diklafikasi sebagai linen.
Proses pembuatan karpet sendiri dari melalui tahap mengubah bilah menjadi buluh. Lalu bilah menjadi serat, kemudian serat menjadi benang dan terakhir baru benang dianyam menjadi sebuah karpet.

Rumah Rakuji juga membawa produk produk ke standart Award of Excellence dari WCC WCCAPR.
Ada juga hasil produk ekomoni kreatif lainnya berbasis hutan lainnya, seperti tas rotan, kain tenun dan souviner.
Selain memperlihatkan mini exhabition forest base product juga ada demo masak , icip icip kuliner hasil olahan hutan.

Semakin banyak dukungan untuk masyarakat penghasil produk hutan yang lestari dan semakin banyak pula orang yang dapat menikmati karya hutan.
Dengan aksi sesederhana membeli dan mempromosikan produk hutan yang dihasilkan dengan lestari, kita telah membantu melindungi hutan yang merupakan salah satu kekayaan indonesia yang paling berharga.

Kita semua bisa melakukan sesuatu untuk hutan dan menyadari pentingnya hutan untuk kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *