Forest Talk Bersama Bloggers

Posted by

Keberadaan hutan sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi Indonesia dan merupakan sektor utama dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Hutan, menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Laporan State of the Forest Indonesia, 2018 menyatakan bahwa Kawasan hutan di Indonesia meliputi wilayah sebesar 120,6 juta Hektar dan dibagi dalam 3 kategori, yaitu: Hutan Produksi seluas 68,8 juta Hektar, hutan konservasi seluas 22,1 juta Hektar dan hutan Lindung seluas 29,7 Hektar. Kawasan gambut di Indonesia meliputi area seluas 15 juta Hektar atau 12 persen dari luas kawasan hutan dan Kesatuan Hidrologis Gambut sebesar 24,14 juta Hektar.

Hutan memberikan nilai ekonomi bagi mereka yang mengelola hutan. Pemanfaatan hutan dilakukan dengan pemberian izin pemanfaatan kawasan, izin pemanfaatan jasa lingkungan, izin pemanfaatan hasil hutan kayu dan izin pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, izin pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu.

Di samping mempunyai hak pemanfaatan, pemegang izin harus bertanggung jawab atas segala macam gangguan terhadap hutan dan kawasan hutan yang dipercayakan kepadanya. Pemanfaatan hutan dilaksanakan oleh berbagai pemangku kepentingan seperti Badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan badan usaha milik swasta Indonesia (BUMS Indonesia) serta koperasi yang memperoleh izin usaha di bidang kehutanan. Hutan juga mendukung sistem kehidupan masyarakat, karena hutan merupakan sumber energi, pangan, dan air dan berfungsi mencegah terjadinya bencana lingkungan.

Permasalahan utama dari pemanfaatan hutan adalah laju deforestasi yang tinggi, degradasi lahan dan juga emisi gas rumah kaca yang tinggi akibat perubahan tata guna lahan dan juga kebakaran hutan. Hal ini yang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam perlindungan dan pengelolaan hutan secara lestari.

Perlindungan dan pengelolaan hutan akan mendukung sistem kehidupan masyarakat, antara lain menjaga kestabilan hidrologi di suatu kawasan, mencegah banjir, mencegah erosi dan intrusi air laut, mendukung ketahanan pangan dan energi Pemerintah Indonesia telah melakukan perbaikan terhadap kebijakan pengelolaan hutan, dengan fokus kegiatan kebijakan hutan dan gambut yang memperhatikan hak masyarakat lokal dan adat, seperti melalui program Perhutanan Sosial, dan penegakan hukum.

Upaya-upaya tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam hal pengendalian perubahan iklim, seperti yang dinyatakan 3 dalam Paris Agreement, yaitu mencegah kenaikan suhu bumi sebesar 2oC dan mengusahakannya tidak melebihi 1.5oC pada akhir abad ini.

BLOGGER DAN PENGELOLAAN HUTAN LESTARI

Kelompok Blogger diharapkan dapat berpartisipasi aktif di dalam mengkampanyekan pentingnya pengelolaah hutan lestari di Indonesia. Kemitraan antara pemerintah, pihak swasta, LSM dan masyarakat sangat penting untuk mencegah laju kerusakan hutan dan meningkatkan penanaman kembali di kawasan yang sudah rusak.

Kelompok Blogger diharapkan dapat mengangkat pentingnya meningkatkan ekonomi desa dengan memanfaatkan program Perhutanan Sosial, yaitu menanam pohon-pohonan yang dapat menjadi bahan baku produk unggulan desa, dan menggulirkan ekonomi kreatif di desa tersebut. YDS memandang perlunya dilakukan peningkatan kemampuan para blogger terutama dalam hal kebijakan pengelolaan hutan lestari di Indonesia dan pentingnya hal tersebut di dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

YDS dan Climate Reality Indonesia hendak menyelenggarakan Workshop untuk Blooger mengenai Pengelolaan Hutan Lestari. Kegiatan ini akan terdiri dari kegiatan:

1. Diskusi (pemaparan dan tanya jawab)

2. Pameran terbatas mengenai produk-produk hutan non kayu dan produk kreatif lainya yang dapat dihasilkan dari pohon.

TUJUAN

Tujuan dari kegiatan Workshop dan Mini Exhibition Pengelolaan Hutan Lestari adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kemampuan blooger dalam berkomunikasi mengenai pengelolaan hutan lestari di Indonesia;

2. Meningkatkan kampanye akan pentingnya pengelolaan hutan lestari.

3. Menyebarluaskan solusi pengelolaan hutan lestari yang telah dilakukan oleh pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat, terutama pendekatan yang inovatif.

4. Menyebarluaskan pentingnya menanam pohon-pohon yang dapat meningkatkan Produk Unggulan Desa.

MATERI TALKSHOW & MINI EXHIBITION

Kegiatan akan dilaksanakan di Almond Zucchini, Jakarta pada hari Sabtu tanggal 9 Februari 2019.

Para Pembicara:

– Dr. Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Indonesia 4

– Dr. Atiek Widayati, Tropenbos Indonesia

– Murni Titi Resdiana, Kantor Utusan Khusus Presiden bidang Pengendalian Perubahan Iklim

– Sri Maryati, Direktur Eksekutif Yayasan Belantara

Moderator: Amril Taufik Gobel

Materi pelatihan akan meliputi hal-hal berikut:

1. Perubahan Iklim

2. Pengelolaan Hutan Lestari dan Lanskap

3. Pohon dan Ekonomi Kreatif

Pameran Terbatas menampilkan produk-produk berikut:

1. Produk Hutan Non Kayu

a. Madu

b. Produk Horticultura

c. Jamur

d. Vanila

e. Sagu

f. Gula Kelapa

g. Dan lain-lain

2. Produk Kreatif Berbasis Kayu

a. Kerajinan dari daun lontar, rotan, bamboo

b. Kain pewarna alam

c. Kain serat kayu atau bambu

3. Produk hasil CSR Perusahaan HTI

a. Foto kayu

b. Furniture kayu ex peti kemas

c. Dan lainnya

4. Makanan produk hutan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *