Blogger Diajak Angkat Suara Tentang Hutan dalam #ForestTalkWithBlogger

Posted by

Oleh : Fithriyyah

Mengusung tema kehutanan, tim #ForestTalk yang merupakan kolaborasi antara Yayasan Doktor Sjahrir & The Climate Reality Project mengumpulkan 40 orang anak muda blogger di Pontianak pada hari Sabtu (20 April 2019) di Hotel Ibis Pontianak, untuk diberikan pengetahuan serta pengalaman baru mengenai lingkungan hidup yang melekat dengan kehidupan sebagai masyarakat di bumi Kalimantan ini. Sebagai seorang yang memang sudah terjun dalam dunia lingkungan hidup hal ini tentu merupakan salah satu isu yang tidak akan bosannya untuk didiskusikan, karena tentu permasalahan hutan adalah permasalahan bersama yang kepemilikan serta olah lahannya secara mayor masih dipegangn oleh negara, masyarakat hanya dapat memantau dan mengawasi. 
Namun, bagiku sebagai seorang blogger tentu momen ini adalah momen yang langka dan unik! Blogger Pontianak yang notabene-nya adalah anak-anak muda dengan beragam latar belakang dikumpulkan dalam satu ruangan untuk diberikan insight baru serta edukasi mengenai permasalahan yang terjadi tentang hutan kita saat ini. Tentu, permasalahan lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab satu atau dua kelompok, tapi itu merupakan tanggung jawab bersama yang wajib kita usahakan. Setidaknya ketika aktivis lingkungan dan organisasi/yayasan lingkungan hidup di luar sana berjuang dengan advokasi dan konservasi, maka blogger dapat mengambil bagian juga dengan menulis! Because from writing, we can spread the awareness more widely through internet!

Suasana saat pembukaan

Materi pertama dalam kegiatan #ForestTalk ini disampaikan oleh Ibu Amanda Katili Niode tentang The Climate Reality Project Indonesia, dalam pemaparan materi ini menjelaskan tentang organisasi The Climate Change Project itu sendiri, memiliki relawan yang tersebar di 147 negara, dan di Indonesia ada sekitar 300 relawan. Termasuk ibu Amalia sebagai Manager The Climate Reality Project Indonesia. Serta sekilas pandangan tentang Yayasan Doktor Sjahrir yang memiliki fokus kegiatan pada bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup.  Selanjutnya pemaparan mengenai global warming akibat zat-zat rumah kaca seperti karbon yang paling banyak diproduksi oleh aktivitas manusia. Sehingga implikasi perubahan iklim ini sampai dianggap oleh beberapa negara sebagai isu keamanan nasional karena dapat memengaruhi kestabilitasan pangan, kesehatan dan ekonomi itu sendiri dan akhirnya tentu menimbulkan keresahan sosial di masyarakat. Untuk kalian yang pengen kepoin lebih lanjut bisa klik website www.yayasandoktorsjahrir.id atau www.lestarihutan.id yaaa!

Ibu Amanda Katili Niode

Materi kedua selanjutnya adalah tentang Pengelolaan Hutan dan Lanskap yang Berkelanjutan oleh Ibu Atiek Widayati. Kali ini materi langsung berfokus pada konsepsi sekitaran kehutanan, yang mana isu deforestasi, degradasi huta, serta konversi hutan adalah masalah utama yang terjadi saat ini. Laju deforestasi hutan memang menurun berdasarkan penelitian, namun ternyata ini merupakan faktor dari mulai menipisnya sumber hutan yang kita miliki sekarang. Hutan memiliki fungsi utama untuk menyerap karbon, yang merupakan hasil polutan utama yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, hilangnya hutan sebagai penyangga udara bersih di bumi akan memperparah global warming. Sehingga penting bagi kita untuk menjaga hutan baik dengan cara re-plantasi ataupun pemberdayaan hutan untuk ekonomi kreatif, pariwisata, serta pemanfaatan jasa ekosistem air. 

Ibu Atiek Widayati

Materi ketiga kembali disampaikan oleh Ibu Amanda Katili Niode yang diamanahkan sebagai pemateri pengganti dalam topik Menanam Pohon Untuk Ekonomi Kreatif, dalam momen ini kami blogger di lihatkan berbagai inovasi produk kehutanan yang dapat dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat di sekitar untuk memperbaiki kualitas ekonomi mereka, mulai dari produk rumah tangga hingga perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari bahan-bahan hutan.

Materi terakhir disampaikan oleh Mas Dito tentang Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang merupakan binaan dari perusahaan APP Sinarmas. Desa Makmur Peduli Api itu sendiri merupakan program ekonomi kreatif seputar konsensi APP dalam berkontribusi untuk kegiatan pencegahan perubahan iklim. DMPA saat ini sudah sebanyak 138 desa di seluruh Indonesia yg terberdayakan. Untuk di Kalimantan Sendiri terdapat beberapa desa yang terberdayakan yaitu Desa Sumber Agung yang mendapat predikat sebagai desa dengan kelembagaan yang terbaik serta memiliki regu pemadam api sendiri. Selanjutnya ada desa Mengkiang, yang  menjadi fokus untuk intensifikasi pertanian akibat masyarakat yang sudah lelah untuk ladang berpindah. Disini hanya sekitar 3 kelompok, diberikan pelatihan cara membuka lahan dan support teknologi.

Mas Dito dalam penyampaian materi tentang Desa Makmur Peduli Api (DMPA)

Pemaparan materi yang begitu komperhensif me-refresh kembali pengetahuanku tentang kondisi serta beberapa kontribusi yayasan terhadap perjuangan meminimalisir dampak perubahan iklim yang kian hari semakin terasa. Tentu di akhir sesi kami diberikan kesempatan untuk tanya jawab terhadap ke-tiga narasumber tersebut. Tak lupa dalam kegiatan #ForestTalk ini juga ada mini-exihbition dari UKM penggiat lingkungan, mulai dari eco-printing product, olahan butter tengkawang, alat-alat rumah tangga olahan limbah hutan, kulit pohon kapuak sebagai bahan dinding rumah, dan beberapa produk lainnya.

Produk mini-exhibition
Produk Kopi dan Madu Kelulut dari Desa Sumber Agung
Kulit Kapuak
Produk dari Desa Sumber Agung
Ini eco-printing loh

Hingga di akhir kegiatan kami disuguhkan dengan demo memasak loh! Seru banget kan kegiatan kali ini, beda dan unik~

Demo memasak kali ini menunjukkan ke kami bahwa kita dapat mengolah produk-produk hutan sebagai bahan konsumsi yang menyehatkan, contohnya disini ada memasak beberapa jenis jamur yang dipadukan dengan hijaunya sayur-sayuran. Pak koki kali ini memasak ayam bakar madu beserta tumis jamur yang menggugah selera di waktu makan siang.

Tumis jamur ala-ala Cap Chai
Ayam bakar madu yang wangi banget

Itu dia keseruan #ForestTalkWithBlogger yang tidak akan pernah dilupakan, semoga pengalaman serta pengetahuan baru ini dapat meningkatkan semangat kita bersama khususnya teman-teman blogger untuk ikut berpartisipasi dalam raising the awarness of climate change kepada semua orang melalui tulisan-tulisan yang bermanfaat. Mari kita lanjutkan #LestariHutan !

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *