Ayo Bersama-sama Kita Jaga Hutan untuk Kebaikan

Posted by

Oleh Mardiansyah

Diskusi mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Hutan Lestari dan Icip-Icip Kuliner Hutan yang diselenggarakan oleh Climate Reality Project Indonesia bersama dengan Yayasan Doktor Sjahrir pada Sabtu 31/8/2019 bertempat di SwissBell Hotel Kota Jambi membuat saya sebagai peserta sangat terkesan. 
Dengan tema ” Menuju Pengelolaan Hutan Lestari” dan Narasumber diantaranya Manager Climate Reality Indonesia Dr. Amanda Katili Niode, Tropenbos Indonesia Dr. Atiek Widayati, Kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Perubahan Iklim Murni Titi Resdiana, MBA, dan Asia Pulp and Paper Elly Telasari, Moderator Amril Taufik Gobel, Para Netizen Jambi dan Peserta yang hadir. 

Foto Mardiansyah (Salah Satu Narasumber Memberikan Pemaparan) 
Adapun kesan dari narasumber pada acara tersebut yakni pentingnya hutan dalam keberlangsungan kehidupan manusia di muka bumi. Dengan cara menanam pohon atau tanaman, dan mengurangi penggunaan plastik tentu cara ini merupakan cara kita melindungi bumi kita. 
Hutan juga akan berdampak pada iklim global. Oleh karenanya bagaimana kita mengelola hutan yang ada bisa dikelola dengan baik.
Sebagai contoh positif, Ada banyak hasil dari hutan tanpa menebang pohonnya. Kita bisa memproduksi olahan hasil hutan bukan kayu yang berpotensi menggerakkan ekonomi kreatif. Misalnya madu, rotan, tudung saji, anyaman, pewarna batik, gula kelapa, kerajinan tangan dan lain sebagainya yang dikelola dengan ramah lingkungan. Atas hal tersebut tentunya akan mengangkat kearifan lokal daerah dan membawa kesejahteraan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. 
Sementara itu dalam kesempatan tersebut Kak Pinto yang merupakan salah satu Desainer terkenal yang sudah berkancah Internasional dan Nasional membuat saya termotivasi. Karena ide dan kreatifan beliau sangat diacungkan jempol yang telah memproduksikan kerajinan tangan berupa anyaman hingga ke mancanegara.

Untuk diketahui bahan untuk produksi Kak Pinto merupakan bahan dari alam yakni lumut pohon sebagai pewarna batik, rotan untuk kerajinan tangan dan anyaman serta lainnya.
Proses pembuatan kerajinan tangan juga cukup menggunakan pisau tanpa bantuan alat mesin.

Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa tanpa merusak lingkungan kita bisa mengembangkan hasil karya kita sendiri dengan baik.

Pesan saya yuk kita lestarikan hutan dan menjaganya agar anak cucung kita kelak nanti terhindar dari berbagai bencana alam. Dan dapat menghirup udara yang sehat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *